Pages

Rabu, 21 Agustus 2013

Lemahnya HUKUM INDONESIA


Senin,tgl 5 Agustus 2013 kita semua dikejutkan dengan pembunuhan sadis Sisca Yofie yang merupakan kepala cabang PT Venera Multi Finance di Bandung. Dia tewas setelah disergap dua orang bersepeda motor di depan kosnya dan terseret sejauh 500 meter. Kedua pelaku juga membacoknya di bagian kepala. Sisca meninggal berlumuran darah dalam perjalanan ke RS Hasan Sadikin. Pembunuhan yang sangat kejam dan biadab ini dilakukan oleh Ade dan Wawan (seorang paman dan keponakan). Tetapi pembunuhan ini masih terus diselidiki polisi untuk mengungkap siapa dalang sebenarnya. Ini membuktikan bahwa hukum di Indonesia sangat lemah sehingga terjadi kejadian seperti ini. Padahal seandainya negara ini menerapkan hukum islam yang berupa hukum Qisas, pasti kejadian seperti ini tak akan terjadi karena logikanya jika Hukumnya kuat, orang2 akan takut dan mengurungkan niatnya untuk membunuh orang lain. Sebaliknya jika sistem hukum lemah, maka orang2 akan berani melakukan tindakan kriminal karena biasanya hukumannya sangat ringan.

Di negeri ini hukum bisa diperjual-belikan, para penegak hukum barangkali sudah tidak punya hati nurani sama sekali dalam menghukum seseorang yang melakukan kejahatan. Yang paling tragis adalah hukuman terhadap seseorang yang telah menghilangkan nyawa orang lain DENGAN SENGAJA sangat ringan dijalani si pembunuh. Banyak proses pengadilan untuk para pembunuh, hukumannya hanya berkisar antara 4 tahun sampai dengan 15 tahun, itupun kemudian dipotong remisi bila si pembunuh berkelakuan baik di LP akan dikurangi terus sehingga hukumannya kurang dari vonis yang dijatuhkan.

Yang anehnya, para penegak hukum akan memberi hukuman yang setimpal sampai pada hukuman mati jika kasus pembunuhan tersebut menghebohkan masyarakat,dimuat di media massa dan terus menerus diberitakan. Mungkin para penegak hukumnya “ketakutan” diadili oleh massa.
Karena hukumannya terlalu RINGAN dan tidak membuat jera,maka sekarang ini para pembunuh terus berkeliaran mencari mangsa. Lihat saja kejadian demi kejadian di tanah air ini. Di Sulawesi Utara seorang gadis ditemukan terbunuh dan diperkosa,ditemukan pula tubuh seorang wanita tanpa kepala di pantai Manado,kemudian beberapa kejadian lain yang membuat merinding bila membaca kisah2 pembunuhan yang terjadi di pelosok tanah air  belakangan ini. Oleh karena itulah negara kita perlu menerapkan hukum Qisas sebagai upaya preventif (pencegahan) untuk berbagai tindakan kriminal seperti pembunuhan,perampokan, pemerkosaan,dll. Karena hukum Qisas ini sangat berat, tentunya akan menurunkan angka kejahatan.

Qisas adalah istilah dalam hukum islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan istilah "hutang nyawa dibayar nyawa". Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.
Orang-orang Islam mendasarkan tentang qisas ini dalam kitab sucinya yaitu Al-qur'an, misalnya: "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kamu qishash atas orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Barangsiapa mendapat ma'af dari saudaranya, hendaklah yang mema'afkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik." [Al Baqarah:178]
"Dan Kami tetapkan atas mereka di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka pun ada Qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan hak Qisas, maka melepaskan hak itu jadi penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang zalim." [Al Maa-idah:45]

Meski demikian dikatakan Al Qur'an bila hak Qisas dilepaskan oleh korban maka itu menjadi penebus dosa bagi mereka. Keluarga korban dapat memaafkan pembunuh dan meminta penebus dalam bentuk materi.
Hikmah qishash adalah untuk kelangsungan hidup manusia "Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa" (QS Al-Baqarah:179)
Hukum qishash, dalam Islam bukan hanya sebagai hukuman, ada sisi lain yang jarang dipahami oleh banyak orang, yaitu bahwa hukum tersebut juga berfungsi sebagai kaffarah, penutup dosa. Sehingga, hukuman di akhirat bisa terbebaskan dengan di-qishash ini. Dan tentu, hukuman di dunia jauh lebih ringan ketimbang hukum di akhirat.

Allah swt berfirman :
Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [Q.S. al-Baqoroh:179].
Tidak diragukan bahwa ini adalah jalan yang paling adil dan paling lurus. Oleh karenanya, telah disaksikan di penjuru dunia, baik dahulu maupun sekarang, sedikitnya jumlah pembunuhan pada negeri-negeri yang berhukum dengan hukum Allah. Karena, qishash adalah peringatan keras terhadap tindak pembunuhan seperti yang Allah sebutkan dalam ayat yang tersebut tadi.

Dan apa yang disebutkan oleh orang-orang Liberal dan anti Islam bahwa qishash tidak bijaksana karena menyebabkan berkurangnya jumlah komunitas masyarakat yakni membunuh yang kedua setelah matinya yang pertama, bahwa semestinya dihukum dengan dipenjara, dan bisa jadi ia beranak di balik terali besi sehingga menambah jumlah komunitas masyarakat, ini semua adalah ucapan yang tidak ada nilainya, kosong dari hikmah atau kebijaksanaan. Karena penjara tidak membuatnya jera dari pembunuhan (Apalagi jaman sekarang semuanya bisa ditebus dengan DUIT), dan bila hukuman itu tidak membuat jera maka orang-orang rendahan itu akan banyak melakukan pembunuhan sehingga akan bertambah banyak pembunuhan dan komunitas masyarakat akan berkurang berkali lipat.

Kesimpulannya : sudah tentu bila hukum Qisas diterapkan di Indonesia ini maka angka kejahatan akan menurun dan masyarakat akan lebih merasa aman dan sejahtera serta tidak akan terjadi lagi kasus pembunuhan sadis seperti yang terjadi pada Sisca Yofie karena hukum Qisas sangatlah berat sehingga bisa membuat JERA pelakunya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Qisas
http://kaahil.wordpress.com

3 komentar:

fakultashukum uii mengatakan...

nice psoting
hukum di indonesia harus ditegakkan

Kang Azmi mengatakan...

fakultas hukum uii : betul skali. makasih mas:)

Halimatus Saadah mengatakan...

Hukum Qisash ya, setuju tapi hukum dan bentuk negara kita bukan negara Islam jadi tidak mungkin (tetapi siapa tahu ke depannya nanti) Hukum Islam bisa dipakai.. seperti adanya Pengadilan Agama hal itu membuktikan Hukum Islam ada tempat... Tetapi umumnya kasus yang diurus oleh Pengadilan Agama masih terkait kasus keperdataan saja alias keperdataan Islam, untuk pidana Islamnya belum bisa (hope bisa juga). Ya hukum Qisash itu tadi, mata dibalas mata, gigi dibalas gigi, kecuali ada maaf dari pihak korban baru bisa membayar diyat... sekian... salam kenal dari wong Semarang.

Poskan Komentar